BAKOHAK

Alias: BAKOHAK

Link Referensi: <p>---</p>

Asal: Jambi

Jenis: - Upacara Adat - Upacara, Upacara Adat - Ritual

Klasifikasi: Terbuka

Kondisi: Masih Bertahan

Upaya Pelestarian:

  • Pertunjukan Seni, pameran, peragaan/demonstrasi
  • Belum ada upaya untuk pelestarian/promosi EBT yang bersangkutan

Pelapor: PEMERINTAH KABUPATEN BATANG HARI

Kustodian: Lembaga Adat Kabupaten Batang Hari atas nama masyarakat Kabupaten Batang Hari

Guru Budaya/Maestro: Lembaga Adat Kabupaten Batang Hari atas nama masyarakat Kabupaten Batang Hari


Bakohak merupakan tradisi yang dilaksanakan setelah acara pernikahan yakni berupa pembacaan ayat-ayat suci Al-quran yang dilengkapi dengan nyanyian-nyanyian yang ada di Kabupaten Batang Hari. Ada beberapa tujuan yang dilaksanakannya tradisi Bakohak diantaranya menghantarkan pengantin menuju tidurnya, sebagai tanda pelepasan masa lajang pasangan pengantin serta sabagai acara penghibur bagi tamu undangan.Bakohak tidak lepas dari acara pernikahan sebab tradisi bakohak adalah tradisi lanjutan dari upacara pernikahan. Islam sangat berpengaruh dalam tradisi bakohak, hal ini dapat dilihat dengan adanya pembacaan ayat-ayat suci Al-quran yang diselingi dengan lagu-lagu islami atau lebih dikenal dengan istilah qasidah. Islam sendiri diperkirakan memasuki tanah Jambi sekitar abad ke-16 Masehi. Yang dibawa oleh seorang berkebangsaan Turki bernama Ahmad Salim atau yang lebih dikenal dengan Datuk Paduko Berhalo, merupakan ayah dari raja Jambi Orang Kayo Hitam. Sebagai seorang raja dia berhasil menyebarluaskan Islam di tanah Jambi. Dalam proses penyebaran Islam tentu membutuhkan waktu yang lama dan menggunakan bermacam cara, seperti melalui pendekatan kepada masyarakat Daerah Jambi. Dengan begitu masyarakat akan lebih mengenal tentang islam tanpa adanya tekanan dan paksaan dalam proses penyebarannya. Salah satu pendekatan Kepada masyarakat tak hanya mengenalkan unsur-unsur pokok tentang islam saja tetapi juga dengan mengenalkan kebudayaan-kebudayaannya, seperti dalam segi seni musiknya yang mengenalkan alat musik dan serta lagu-lagu islam. Bakohak sendiri berasal dari kata “ Bako dan kata Hak” Bako : diartikan dengan keluarga besar dalam satu keturunan atau suatu dusun yang sekarang disebut desa yang umum nya beragama islam. Hak : hak adalah hal yang mustahak bagi penduduk yang beragama islam melaksanakan syariat sesuai dengan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Karena itu bakohak disebut dengan berkumpulnya suatu keluarga dalam suatu kampung dengan dengan berkesenian yang bernapas islam dengan melantunkan pujian kepada allah wajallah sang halik pencipta dan rasulnya muhammad saw, namun demikian dalam pelaksanaannya disiapkan juga syair/pantun oleh masyrakat sesuai dengan kondisi setempat , Bakohak telah dilaksanakan warga desa secara turun temurun sejak masuknya islam ke desa rambutan masam dan disesuaikan hajat dari kegiatan yang dilaksanakan warga seperti : 6 mandi ka aek anak (syukuran dan aqiqah atas kelahiran anak di Desa Rambutan Masam), sunatan, peringatan maulid dan isra’ mikraj Nabi Muhammad SAW, terkadang juga ditampilkan pada malam jago pajang peresmian pernikahan. Dalam pelaksanaannya bakohak awalnya hanya vocal saja terdiri dari beberapa orang melantunkan syair syair islami dengan nada nada tinggi, sesuai dengan perkembangan zaman bakohak sekarang sudah mengunakan alat musik tradisional seperti viul, gambus dan gendang. TATA CARA PELAKSANAAN TRADISI BAKOHAK Bakohak yang merupakan lanjutan dari upacara pernikahan, tentunya dilaksanakan setelah acara resepsi pernikahan itu dilakukan. Dalam pelaksanaannya tradisi Bakohak tidak hanya mengundang masyarakat setempat, tetapi juga mengundang beberapa desa sekitarnya untuk ikut berperan serta sebagi peserta dalam melakukan tradisi Bakohak. Acara atau tradisi Bakohak ini sampai saat ini masih dilakukan atau dilestarikan oleh beberapa desa di Kabupaten Batang Hari antara lain Desa Rambutan Masam, Desa Terusan, Desa Pasar Terusan, Desa Danau Embat, dan Desa Malapari. Pada acara pernikahan bakohak dilakukan dialam rumah pengantin dengan posisi duduk dengan alat music masing- masing mengelilingi ruang tengah rumah tersebut dan dihadiri oleh keluarga besar kedua mempelai. Setalah acara bakohak selesai terdapat acara/tradisi Sitiduran dimana kedua mempelai telah resmi untuk tidur berdua, biasanya didekatkan oleh tuo tengganai (orang yang dituakan) di kampung tersebut. Tata cara pelaksanaan acara tradisi Bakohak ini secara umum dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu : 1. Sebelum Bakohak kedua mempelai diarak (belarak) tandang dari rumah mempelai lakilaki ke rumah mempelai perempuan; 2. Sesampainya dihalaman atau di muko pintu rumah mempelai wanita , pihak laki-laki disambut dengan lantunan qasidah bakohak oleh pihak perempuan dan lansung dibalas dengan lantunan qasidah bakohak dari pihak laki-laki dengan membawakan qasidah irama rass; 3. Dilanjutkan dengan salam dari pihak laki-laki dengan kata-kata “Assalamu’alaikum baguno dak dengan kami ko?” dan dijawab oleh pihak perempuan dengan kata “Baguno lah, masuk lah”; 4. Kemudian mempelai laki-laki langsung menuju ke pelaminan diikuti oleh keluarga kedua belah pihak dan para pelantung qasidah bakohak dan para pemain music lainnya; 5. Selanjutnya baru masuk kedalam acara inti bakohak; 7 6. Ditengah acara tradisi bakohak mempelai laki-laki menuju kamar mempelai wanita untuk bersama mempelai wanita makan Nasi Kawin/Nasi Dangau yang telah disiapkan oleh duku kampung yang dijampi- jampi supaya kedua mempelai hidupnya rukun dan damai sampai hayat memisahkan mereka; 7. Setelah makan, mempelai laki-laki membaur dengan pelantun qasidah bakohak untuk selanjutnya mengikuti acara tersebut sampai selesai, sedangkan mempelai wanita tetap berada di dalam kamar. Sebelum acara bakohak mulanya diawali dengan acara pembacaan Umul Qur’an, dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci Al-Qur’an, berzanji nasar / nazom, pembacaan do’a dan istirahat. Setelah istirahat sejenak baru dilanjutkan dengan acara inti bakohak, yaitu : 1. Lagu hiburan bernuansa islami bisanya Shalawat Yaa Rasulallah; 2. Membawakan qasidah akbi biasanya dilantunkan oleh 4-10 orang tanpa iringan music, dan 1 orang biasanya memakan waktu kurang lebih 5 menit; 3. Diselingi dengan hiburan satu buah lagu subhi ballil amal; 4. Lanjut dengan qasidah sikka; 5. Diselingi dengan lagu Yaa Robbi Baarik; 6. Lanjut lagi dengan qasidah hijjas disambung dngan Bakdiligan; 7. Wasidah rass, dan ditutup dengan lagu-lagu qasidah iproh ya albi, lagu-lagu daerah, dan lagu serampang laut. PERALATAN YANG DIGUNAKAN PADA ACARA BAKOHAK 1. Gambus 2. Biola 3. Gendang (gendang 2 sisi, rebana siam, gendang melayu) 4. Tamburin 5. Ketuk-ketuk 6. Taktawak

Bagikan artikel ini

Apakah konten ini membantu?