GANTI LANGSE

Alias: GANTI LANGSE

Link Referensi: <p>&nbsp;</p> <p>Buku Ganti Langse : Ganti Langse Sebuah Tradisi di Alas Srigati, penulis Maylingga Vainggita Muharom</p> <p> <br> </p> <p> <br> </p> <p><a href="https://www.rmoljatim.id/2019/09/15/ganti-langse-alas-ketonggo-tradisi-paten-budaya-ngawi">https://www.rmoljatim.id/2019/09/15/ganti-langse-alas-ketonggo-tradisi-paten-budaya-ngawi</a></p> <p> <br> </p> <p><a href="https://www.youtube.com/watch?v=RzBcl897nZw">https://www.youtube.com/watch?v=RzBcl897nZw</a></p> <p> <br> </p> <p>Sumber Lisan : SULISTIYONO, Ngawi 24 September 1965</p>

Asal: Jawa Timur

Jenis: - Upacara Adat - Upacara, Upacara Adat - Ritual

Klasifikasi:

  • Terbuka
  • Sakral
  • Dipegang Teguh

Kondisi:

  • Sedang Berkembang
  • Masih Bertahan

Upaya Pelestarian:

  • Promosi Langsung, promosi lisan (mulut ke mulut)
  • Pertunjukan Seni, pameran, peragaan/demonstrasi
  • Selebaran, poster, surat kabar, majalah, media luar ruang
  • Radio, televisi, film, iklan
  • Internet
  • Riset

Pelapor: Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga kabupaten Ngawi

Kustodian: Paguyuban Palenggahan Agung Srigati

Guru Budaya/Maestro:

  • Amiranto
  • SUYITNO


Upacara Ganti Langse merupakan tradisi Budaya Masyarakat Ds. Babadan ,Kec Paron yang diadakan tiap tahun di Bulan Suro pada system penggalan jawa, tradisi ini di langsungkan ketika Bulan Purnama di Bulan Suro atau malam tanggal 15 Surodengan prosesi ritual mengganti Lengse ( slambu ) warna putih dengan diiringi Gending dan Tri Bedaya Srigati dilanjutkan acara sedakohan Doa keselamatan .Acara terakhir membagi lorotan Langse Lama kepada para tamu yang membutuhkan.

Ganti Langse atau ganti selambu mori putih sebagai penutup palenggahan Agung Srigati di Alas Ketonggo, Desa Babadan, Kabupaten Ngawi. Prosesi penyerahan selambu mori diiringi sebuah tari Srigati yang dilakukan oleh 8 penari yang masih gadis atau perawan. Ritual selanjutnya berupa bancaan atau biasa dikenal dengan selametan yang merupakan persembahan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dipimpin pemangku adat Alas Ketonggo.

Dalam selamatan ini dihidangkan berbagai makanan dan jajanan pasar. Untuk makanannya dimulai tumpeng, urap-urap, bubur sengkolo, bubur merah putih, serta aneka ragam polo pendem. Sedangkan jajanan pasar ada tujuh jenis yang mewakili filosofi, sebuah harapan atau pertolongan yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Urap-urap memiliki simbol membaur atau bersatu padu dan menjadi manusia yang bermanfaat antara satu dengan yang lainnya. Uniknya lagi bicara soal Langse yang diambil dari Palenggahan Agung Srigati yang sudah tidak terpakai itupun juga boleh dikatakan menjadi barang kramat atau mempunyai tuah sendiri.

Bagikan artikel ini

Apakah konten ini membantu?