WADIAN DADAS UPU

Alias: Pe-ritual Dadas laki -laki

Link Referensi: <p><a href="https://www.youtube.com/watch?v=Zqc43K_z5VA">https://www.youtube.com/watch?v=Zqc43K_z5VA</a></p>

Asal: Kalimantan Tengah

Jenis: - Gerak - Tarian, Gerak - Beladiri, Gerak - Permainan, Upacara Adat - Upacara, Teater - Wayang, Teater - Sandiwara Rakyat

Klasifikasi:

  • Terbuka
  • Sakral
  • Dipegang Teguh

Kondisi:

  • Masih Bertahan
  • Sudah Berkurang/terancam punah

Upaya Pelestarian:

  • Promosi Langsung, promosi lisan (mulut ke mulut)
  • Pertunjukan Seni, pameran, peragaan/demonstrasi
  • Internet
  • Riset

Pelapor: Mawardi Suli (Mantir adat Kadamangan Paju Sapuluh)

Kustodian: DINAS KEBUDAYAAN, PARIWISATA, KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA KABUPATEN BARITO TIMUR

Guru Budaya/Maestro:

  • Tono
  • Ledi Kurniawan


Wadian Dadas dikenal sebagai Wadian Wawei (Wadian Perempuan). Namun, ada pula laki-laki yang dipilih menjadi Wadian Dadas dan disebut sebagai Wadian Dadas Upu. Otomatis, Wadian ini akan berpenampilan seperti Wadian Wawei dan merepresentasikan sifat feminin pada dirinya. Wadian Dadas Upu masih terdapat dibeberapa wilayah Kabupaten Barito Timur pada fungsinya mereka adalah pe-ritual adat dari pengikutan ucapan syukur, pesta panen dan hajatan.

Wadian Dadas Upu sebenarnya merupakan kelompok yang tidak terpisah dari Wadian Dadas. Keberadaan mereka seperti sebuah anomali karena biasanya Wadian Dadas secara turun-temurun diwariskan kepada perempuan saja. Hal ini jarang terjadi jika seorang laki-laki terpilih menjadi seorang pewaris Kajayaen.Wadian Dadas. Wadian Dadas Upu secara lahiriah merupakan seseorang yang secara biologis berjenis kelamin jantan. Ia juga bertumbuh, berperilaku, dan berpenampilan layaknya laki-laki meskipun sesekali menunjukkan sisi femininnya. Wadian Dadas Upu yang berfisik laki-laki itu akan berpenampilan layaknya (Berly).
Wadian wawei (Wadian perempuan) ketika menjalankan tugasnya. Ia akan mengenakan galang dadas, kuwing, dan kakamban. Profesionalitas Wadian Dadas Upu serta tingginya toleransi dan sikap saling menghargai dari masyarakat menciptakan sebuah keharmonisan, terlebih pada isu keadilan dan kesetaraan gender (Berly Leo Walehanno).

Wadian dadas berfungsi adat, budaya dan sosial kemasyarakatan, karena mengandung unsur nilai-nilai religi dalam bentuk Ritual Pengobatan Tradisional. Selain itu, masa kini, berfungsi pula sebagai pertunjukan kesenian (media hiburan tradisonal), karena mengandung unsur nilai-nilai seni, dalam bentuk mantera doa berbahasa sastra klasik Dayak Maanyan (Bahasa Pangunraun), musik (irama gong, gendang dan kenong), nyanyian/kidung doa, tari (berpola gerak ilustrasi burung elang terbang di alam bebas dan ular berbisa), seni lukis (wajah dan badan khas Dayak Maanyan); pakaian (bahan kain dan pucuk daun kelapa), dan sasajen. Maksud dan tujuan ritual Wadian Dadas adalah untuk upaya penyembuhan penyakit yang sedang dialami oleh manusia, bertujuan menyelamatkan manusia dari ancaman penyakit nonmedis. Ritual pengobatan Wadian Dadas dilakukan oleh Wadian wanita



Bagikan artikel ini

Apakah konten ini membantu?