Tahu Takwa

Link Referensi: <p>Perjalanan sejarah Tahu Takwa Kediri dapat digali lebih mendalam dari pelaku usaha berikut ini.</p> <p> <br> </p> <p>Nama &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: &nbsp;Herman Budiono</p> <p>Unit Usaha &nbsp; &nbsp; &nbsp;: &nbsp;Tahu Takwa Bahkacung Cakrawijaya</p> <p>Alamat &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: &nbsp;Jl. Trunojoyo No.59 Kelurahan Pakelan, Kecamatan Kota, Kota Kediri</p> <p>No. Telpon &nbsp; &nbsp; &nbsp; : &nbsp;0354 - 689283</p>

Asal: Jawa Timur

Jenis: Kemahiran membuat kerajinan tradisional, makanan/minuman tradisional, moda transportasi tradisional

Kondisi:

  • Sedang Berkembang
  • Masih Bertahan

Upaya Pelestarian:

  • Promosi Langsung, promosi lisan (mulut ke mulut)
  • Pertunjukan Seni, pameran, peragaan/demonstrasi
  • Selebaran, poster, surat kabar, majalah, media luar ruang
  • Internet
  • Riset

Pelapor: Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri

Kustodian: Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri

Guru Budaya/Maestro: Herman Budiono


Menggunakan bahan baku kedelai, tahu sejatinya berasal dari daratan Tiongkok. Secara etimologis, kata tahu berasal dari bahasa Hokkian ‘tauhu’ yang artinya kedelai yang difermentasi. Makanan ini dikenal pertama kali pada masa pemerintah Dinasti Han yang berkuasa di Tiongkok sejak tahun 202 SM hingga 220 M.


Tahu mulai dikenal di berbagai daerah di Indonesia sejak awal dekade 1900-an. Pada masa itu terjadi gelombang migrasi besar-besaran dari Tiongkok menuju Indonesia, dimana salah satu wilayah yang dituju adalah Kota Kediri, yang terletak diantara Gunung Kelud dan Gunung Wilis dengan aliran Sungai Brantas. Para imigran tersebut kemudian mendapati adanya kesamaan karakteristik tekstur air di wilayah Kediri dengan air di daratan Tiongkok. Hal ini yang kemudian menjadikan sebagian imigran memanfaatkan air tanah untuk proses pengolahan tahu.


Salah satu pelopor berdirinya industri tahu di Kota Kediri adalah Lauw Soe Hoek atau yang akrab dipanggil Bah Kacung. Seiring waktu, usaha pembuatan tahu yang dirintisnya semakin pesat hingga pada akhirnya membuat kawan-kawannya tertarik mendirikan pabrik tahu di Kediri. Hingga kini, pabrik tahu yang didirikan Bah Kacung masih eksis berdiri dan dikelola oleh generasi ketiga dengan alamat di Jl. Trunojoyo No.59 Pakelan, Kota Kediri.


Pembuatan tahu di masa Bah Kacung ini membutuhkan trial and error. Pasar di Tiongkok dan di Kediri tentu berbeda, hal tersebut membuat Bah Kacung berinovasi agar produk tahunya dapat diterima oleh lidah penduduk lokal, khususnya warga Kediri. Bah Kacung kemudian memadukan tahu dengan rempah-rempah dengan bahan dasar pencampuran dari kunyit yang menghasilkan citarasa lebih gurih dari tahu biasa. Tahu kuning ini dikemudian hari terkenal dengan sebutan Tahu Takwa.


Hingga saat ini, di Kota Kediri terdapat banyak industri tahu yang tersebar di beberapa wilayah kelurahan, yaitu Pakelan, Jagalan, Tinalan dan Bawang. Selain merek Bahkacung Cakrawijaya, beberapa merek produk tahu takwa lain di Kota Kediri antara lain Sari Lezat POO, LYM, LTT, LKK, Surya, Panglima, MJS, Soponyono, Mikimos dan lain-lain.

Bagikan artikel ini

Apakah konten ini membantu?