PENGETAHUAN TRADISIONAL PEMBUATAN TOMANG

Alias: TUWEMAN

Link Referensi: <p><a href="https://youtu.be/tIRS-6NYGZw">https://youtu.be/tIRS-6NYGZw</a></p>

Asal: Papua Barat

Jenis:

  • Kecakapan teknik (know how), keterampilan, inovasi, konsep, pembelajaran dan praktik kebiasaan lainnya
  • Adat istiadat masyarakat, ritus (magis), dan perayaan-perayaan, sistem ekonomi tradisional, sistem organisasi sosial

Kondisi:

  • Sedang Berkembang
  • Masih Bertahan

Upaya Pelestarian:

  • Promosi Langsung, promosi lisan (mulut ke mulut)
  • Pertunjukan Seni, pameran, peragaan/demonstrasi

Pelapor: PETRONELA M.M. KABES

Kustodian: Masyarakat suku Mbaham-Matta Papua, Kabupaten Fakfak

Guru Budaya/Maestro: SOLEMAN HERIETRENGGI


Tomang merupakan Tas atau Kantong Tradisional Suku Mbaham Matta di Kabupaten Fakfak, nama lain dari Tomang adalah Tuweman yang lebih sering disebut dalam Bahasa suku Mbaham Matta ( Ihandin Mag ). Tomang memiliki berbagai ukuran dan juga bahan pembuatannya terdiri dari beberapa lembar daun pandan hutan dan belahan bamboo muda, anyaman Tomang ini biasanya merupakan ketrampilan ibu-ibu atau para remaja putri. Tomang dengan ukuran besar biasanya di gunakan untuk mengisi bahan makanan atau barang lain. Tomang berukuran kecil dengan lebar 15 cm dan tinggi sekitar 18 cm, ada juga ukurannya lebih kecil lagi. Dibagian mulut Tomang dan sisi kanan-kiri di jahit dengan tali yang terbuat dari kulit kayu. Tali Tomang selalu tergantung di bahu kanan dan posisi Tomang ada di sisi kiri tubuh orang yang menggunakan, karena setiap beban selalu di pikul pada pundak kanan. Tomang di gunakan oleh kaum pria atau kaum bapak sebagai tempat penyimpanan berbagai keperluan pria seperti rokok, tembakau, sirih-pinang, korek api dan juga harta berupa uang atau emas negri yang di isi dalamdompet kecil yang terbuat dari daun pandan juga ( lopa-lopa ).

Tomang sesungguhnya juga merupakan symbol keperkasaan seorang pria suku Mbaham Matta

Bagikan artikel ini

Apakah konten ini membantu?