JAMASAN PUSAKA KANJENG KYAI UPAS

Alias: SIRAMAN AGENG

Link Referensi: <div>Vivi Vinika Elita Putri: “Tradisi Jamasan Tombak Kyai Upas pada Masyarakat</div> <div>Tulungagung”. Universitas Negeri Malang, 2014.<br /><br /></div> <div>Ayu Yulia P: Pelestarian Nilai-Nilai Moral Melalui Tradisi Jamasantombak</div> <div>Pusaka Kyai Upas Di Kabupaten Tulungagung. Jurnal Pendidikan</div> <div>Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang, Vol.1, No.1 (2012)</div>

Asal: Jawa Timur

Jenis: Adat istiadat masyarakat, ritus (magis), dan perayaan-perayaan, sistem ekonomi tradisional, sistem organisasi sosial

Kondisi: Masih Bertahan

Upaya Pelestarian:

  • Promosi Langsung, promosi lisan (mulut ke mulut)
  • Selebaran, poster, surat kabar, majalah, media luar ruang


Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Upas adalah sebuah ritual penyucian pusaka berupa tombak setiap tahun oleh masyarakat Kabupaten Tulungagung. Ritual ini lazim dilaksanakan setiap hari Jum’at di atas tanggal 10 Suro. Tombak pusaka Kanjeng Kyai Upas memiliki bilah 35 cm yang ditopang oleh landhean (tongkat kayu) sepanjang 4 (empat) meter). Konon pada masa penjajahan Belanda daya magis pusaka ini mampu menolak musuh sehingga gagal masuk kota Tulungagung. Pusaka Kanjeng Kyai Upas mempunyai watak tersendiri, yaitu: mboten purun dipun kembari (pusaka ini tidak boleh untuk diduplikasi); mboten purun dipun rumiyini, (dalam penjamasannya, pusaka ini tidak boleh didahului); dan mboten purun dipun pameraken, (pusaka ini tidak boleh dipamerkan– harus disimpan di ruangan tertutup). Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pergelaran Wayang Kulit, Kesenian Jaranan, dan Campursari. Menarik karena pementasan kesenian tersebut seakan-akan selalu ada di setiap ritual di Kabupaten Tulungagung. Hal ini menunjukkan ciri khas kebudayaan lokal masih tetap eksis di semua lapisan masyarakat. Upacara Jamasan Kanjeng Kyai Upas ini disebut juga dengan Siraman Ageng. Kemudian satu minggu berikutnya akan dilaksanakan Siraman Alit yaitu siraman pusaka pendamping. Biasanya diikuti oleh masyarakat yang ingin melakukan siraman pada pusakanya masing-masing.

Bagikan artikel ini

Apakah konten ini membantu?