CAMME BURAK

Alias: NASU BURAK

Link Referensi: <p>1. <a href="https://budaya-indonesia.org/Camme-Burak-Sulawesi-Selatan-Sulawesi-Selatan">https://budaya-indonesia.org/Camme-Burak-Sulawesi-Selatan-Sulawesi-Selatan</a></p> <p>2. <a href="https://www.youtube.com/watch?v=O38hhg1G4j4">https://www.youtube.com/watch?v=O38hhg1G4j4</a></p> <p>3. <a href="http://literasi.enrekangkab.go.id/camme-burak-dan-camme-tutuk/">http://literasi.enrekangkab.go.id/camme-burak-dan-camme-tutuk/</a></p> <p>4. <a href="http://reseptradisionalsul-sel.blogspot.com/2013/03/camme-burak-asal-enrekangsul-sel.html">http://reseptradisionalsul-sel.blogspot.com/2013/03/camme-burak-asal-enrekangsul-sel.html</a></p>

Asal: Sulawesi Selatan

Jenis: Kemahiran membuat kerajinan tradisional, makanan/minuman tradisional, moda transportasi tradisional

Kondisi: Masih Bertahan

Upaya Pelestarian:

  • Radio, televisi, film, iklan
  • Internet

Pelapor:

  • Jumurdin, S.Pd., M.Pd.
  • Anggoro Dasananto, S.H.

Kustodian: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Enrekang

Guru Budaya/Maestro: Haminah


Camme Burak atau Nasu Burak adalah kuliner khas Masyarakat Massenrempulu (julukan Kab. Enrekang). Masyarakat Enrekang biasa menyebut sayur dengan sebutan Camme atau Nasu. Sedangkan Burak yaitu berarti pelepah/batang pisang muda. Jadi bisa dikatakan Camme Burak adalah masakan sayur berbahan dasar pelepah/batang pisang muda. Alasan mengapa harus menggunakan pelepah/batang pisang muda yaitu agar nantinya rasa camme burak tidak terasa pahit saat dihidangkan. Camme burak dimasak dengan bahan dasar pelepah pisang yang belum berbunga. Batang pisang yang dimaksud adalah inti dari batang pisang. Untuk mendapatkan inti dari batang pisang tersebut dapat diperoleh dengan jalan membuka/mengupas satu persatu kulit batangnya hingga ditemukan inti dari batang pisang tersebut.

Tidak semua batang pohon pisang bisa dibuat menjadi Camme Burak, melainkan harus dipilih yang masih muda dan segar dan tinggi pohonnya antara satu sampai dua meter dan belum berbuah. Itupun biasanya jenis pohon pisang sanggar karena menurut warisan turun temurun jenis pisang tersebut lebih nikmat dibanding jenis pohon pisang lainnya.

Pembuatan camme burak sangatlah sederhana, dengan mengupas batang pisang hingga menyisahkan bagian dalamnya yang disebut sebagai pelepah. Kemudian diiris tipis-tipis dan seterusnya. Irisan pelepah tadi kemudian dicampur dengan bumbu kemudian dimasak hingga matang. Camme burak tidak hanya dikenal di Massenrempulu, di daerah lain pun kita dapat menjumpai penganan serupa. Yaitu sayur Ares khas Suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Camme burak ini dikenal dengan kuliner tradisonal Indonesia. Maka, banyak orang yang memilih camme burak sebagai lauk sehari-hari.

Dalam memasak camme burak, bisa juga ditambahkan dengan ayam rebus yang diiris kecil-kecil. Bukan hanya ayam, Tapi juga kambing, sapi, dan siput sawah. Selain itu camme burak ini biasanya didampingi dengan menu tradisional yaitu Sokko Pulu Mandoti dan Dangke atau susu keju. Tergantun dengan selera masing-masing. Di kalangan Suku Duri di Kab. Enrekang sudah menjadi tradisi pada hampir setiap acara pernikahan, acara syukuran dan di Hari Raya Idul Adha, Camme Burak akan disajikan.

Bahan dan Bumbu Camme Burak adalah sebagai berikut:

- Batang pisang

- Kelapa Muda

- Merica

- Bawang putih

- Bawang merah

- Ketumbar

- Kelapa sangrai (yang telah dihaluskan sampai keluar minyaknya)

- Sereh

- Jahe

- Lengkuas

- Kunyit

- Garam


Cara membuat Nasu Burak / Camme Burak:

1. Batang pisang yang telah dikupas sampai ditemukan intinya yang berwarna putih dengan tekstur agak lembut, kemudian diiris tipis-tipis

2. Kelapa muda diparut

3. Semua bumbu dihaluskan dan dicampurkan dengan irisan batang pisang tadi kemudian diremas-remas sampai tercampur merata kecuali jahe dan lengkuas cukup tumbuk saja.

4. Kemudian ditambahkan air dan dimasak dengan ayam atau koteng.

5. Masak sekitar 1 – 2 jam tergantung ayam yang digunakan (ayam tua atau yang masih muda), kalau menggunakan koteng cukup 1 jam.

Bagikan artikel ini

Apakah konten ini membantu?